
GONGGONGAN KOSONG DI TANAH RENCONG
Synopsis
Alhamdulillah segala puji dan syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan kasih sayang-Nya kepada seluruh hamba-Nya. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Saw yang telah memperjuangkan agama Allah Swt di muka bumi ini beserta kepada seluruh sahabat dan para ulama sekalian sehingga kita dapat menjalani tuntunan ajaran Islam ini. Atas izin Allah Swt yang telah memberikan kemampuan kepada kami untuk menyelesaikan buku ini sesuai dengan perencanaan, dengan judul Gonggoran Kosong di Tanah Rencong.
Buku ini menjelaskan secara spesifik tentang dinamika dan polemik yang terjadi di Aceh pasca penandatanganan kesepakatan damai 2005 silam. Hal tersebut menajdi fenomena yang sangat menarik untuk diulas secara detil melalui kacamata akademis. Pengulikan serta pendetilan dinarasikan dengan sangat tajam tentag fakta politik dan sosial kehidupan masyarakat Aceh setelah mengalami dehumanisasi lebih kurang 30 tahun. Ada adagium dalam dunia politik menyebutkan, "yang membuka perang tidak pernah mengalami peperangan". Makna kalimat itu yang dicoba jabarkan oleh penulis secara filsofis dan psikologis dalam setiap bab pada buku yang ada ditangan pembaca.
Tentu, seluruh narasi dalam temuan ini, tidak serta merta menjadi sebuah kultus yang anti kritik, tetapi paling tidak, upaya yang ada di dalam buku ini menjadi bagian perenungan untuk mewujudkan kekonkritan masa depan, tanpa mengabaikan masa lalu. Anehnya, 19 tahun perdamaian dijalani, beberapa kali pemilihan legislatif dan eksekutif yang diselenggarakan, nilai inti dari perdamaian itu menjadi nihil. Kebanyakan tampilan proses politik selama ini lebih kepada praktik soft binantangisme dengan dibalut oleh legalisme MoU dan UUPA.
Karya ini merupakan kajian mendalam dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para penulis sebelumnya, sehingga dengan penerbitan buku ini, maka hasil penelitian tersebut akan memberi manfaat maksimal bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya bidang Sosiologi Antropologi Politik.
Kehadiran buku ini diharapkan akan memberikan sumbangan signifikan dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi negeri dan swasta. Maka dengan adanya buku ini, diharapkan akan memperkaya informasi dan ilmu baru yang didapatkan dari hasil penelitian.
Semoga buku ini berkontribusi memberikan sumbangan positif bagi pengembangan secara khusus dalam Sisiologi Antropologi Politik tentang etika politik. Namun disadari dalam proses penyelesaiannya, kami banyak mengalami hambatan dan kesulitan. Namun, berkat motivasi, bimbingan, dukungan, dan bantuan yang sangat berharga dari berbagai pihak, sehingga penulisan buku ini dapat diselesaikan dengan baik.

