MENELUSURI JEJAK WAKAF BLANG PADANG DALAM HISTORIOGRAFI KESULTANAN ACEH

Authors

MULIADI KURDI
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
BADRUL MUNIR
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Synopsis

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga karya sederhana ini dapat diselesaikan. Buku yang berada di tangan pembaca ini lahir dari sebuah kerisauan akademik sekaligus tanggung jawab moral dalam merespons kegaduhan publik yang sempat mengemuka beberapa dekade terakhir, baik melalui media cetak maupun media elektronik, mengenai status historis tanah Blang Padang di Banda Aceh.

Mengawali perdebatan muncul dari klaim-klaim kontemporer yang menyatakan bahwa Blang Padang bukanlah harta wakaf Sultan Iskandar Muda. Pandangan ini sontak menimbulkan polemik dan keguncangan di tengah masyarakat Aceh, terlebih di kalangan para sejarawan dan budayawan yang selama ini merawat ingatan kolektif tentang jejak kesultanan. Reaksi masyarakat menunjukkan betapa kuatnya nilai simbolik Blang Padang sebagai ruang publik sekaligus representasi sejarah Aceh yang sarat makna.

Melalui kesaksian para tokoh sejarah dan tradisi lisan yang masih dapat ditelusuri, terekam jelas bahwa Blang Padang bersama dengan Poegai—atau dalam istilah Van Langen disebut sebagai Omoeng Sara—merupakan keuneubah [harta perbendaharaan] Sultan Iskandar Muda. Tanah ini diikrarkan sebagai wakaf untuk menopang kehidupan Masjid Raya Baiturrahman, yang pada abad ke-17 berfungsi sebagai masjid agung sekaligus pusat keagamaan, politik, dan sosial Kesultanan Aceh Darussalam.

Dengan berangkat dari polemik tersebut, penulis merasa perlu menyusun sebuah kajian historiografis yang tidak hanya menyingkap kembali memori kolektif masyarakat Aceh, tetapi juga menegaskan kedudukan wakaf Blang Padang dalam kerangka hukum, sosial, dan budaya Islam di Nusantara. Harapannya, buku ini dapat memperkaya khazanah literatur tentang wakaf sekaligus menjadi sumbangan kecil dalam menjaga warisan sejarah kesultanan yang telah memberi warna bagi peradaban Aceh.

Akhirnya, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk masukan ilmiah, penyediaan sumber referensi, maupun dorongan moral hingga terwujudnya karya ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat, tidak hanya bagi kalangan akademisi, tetapi juga masyarakat luas yang ingin memahami jejak panjang wakaf dan peranannya dalam kehidupan sosial Aceh.

Published

16 September 2025

Categories

Details about this monograph

Physical Dimensions